TAHAJJUD DI MASJIDIL HARAM

Kita sedang berada di tempat paling suci di muka bumi. Di tanah yang menjadi saksi sujudnya para Nabi, sahabat, ulama, dan kekasih Allah. Malam ini, kita bangun bukan karena alarm, tapi karena cinta kepada-Nya. Bangun malam di Masjidil Haram adalah bukti iman yang hidup. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Bangunlah di malam hari, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarrub kepada Allah, penghapus dosa, pencegah maksiat, dan penolak penyakit dari tubuh.” (HR. Ahmad)

Malam di Masjidil Haram tidak seperti malam di tempat lain. Setiap sujud di sini bagaikan berada di surga. Maka tanamkan dalam diri: “Ya Allah, Engkau membangunkan aku malam ini bukan tanpa maksud. Aku yakin Engkau rindu mendengar namaku dalam doa, dan aku pun rindu menyebut nama-Mu di hadapan Ka’bah.”

Saat kita memutari Ka’bah, tubuh kita sedang berdzikir. Setiap putaran Tawaf adalah simbol perjalanan hidup: dari lahir, masa kecil, dewasa, tua, hingga kembali kepada-Nya. Ka’bah adalah poros kehidupan, pusat tauhid. Maka jadikan setiap langkah sebagai bukti ketundukan. Ucapkan dalam hati: “Ya Allah, Engkau pusat hidupku, bukan dunia, bukan manusia, hanya Engkau.” 

About Abdul Jalil

Diamku الله Gerakku مُحَمَّد. Wong Lamongan, S1 di Psikologi UGM. I'm free man & traveler. Kontak: 085733188530
This entry was posted in Konten. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *