TENTARA ISLAM DI PERANG YARMUK

Pada tahun 13 hijriah (M 634) Daulah Islam pada akhir masa kekhalifahan Sayidina Abu Bakar Asshiddiq Ra sampai ke perbatasan Bizantium. Penguasa Bizantium Hiraklius takut dari hal tersebut dan pergi dari Istanbul ke Suriah.

Pada waktu itu ahklak masyarakat Bizantium sangat rusak, di setiap tempat terdapat kezaliman dan ketidakadilan, demikian pula pada tentara mereka terdapat bermacam-macam keburukan.

Adapun orang muslim baik besar atau pun kecil, mereka semua memiliki akhlak yang baik, dan mereka berlaku baik kepada semua orang di tempat-tempat yang mereka singgahi. Mereka selalu bersikap baik dan adil di setiap urusan dan menghindar dari segala kekacauan.

Salah satu dari komandan Bizantium mengirim seorang mata-mata Arab untuk mempelajari keadaan para tentara Islam. Selama sehari semalam dia tinggal bersama orang Islam lalu kembali. Kemudian dia berkata kepada komandannya,

“Mereka (orang-orang Islam) setiap malam selalu beribadah, dan semua menjadi tentara pada siang hari. Dan mereka menghukum orang yang mencuri dan berzina diantara mereka walaupun anak raja mereka sendiri.”

Kemudian komandan itu berkata, “Kalau begitu, daripada kita berurusan dengan mereka, tinggal di bawah tanah lebih baik untuk kita.”

Abdul Jalil (477)

Diamku الله Gerakku مُحَمَّد. Wong Lamongan, S1 di Psikologi UGM. I'm free man & traveler all id: abilngaji

About Abdul Jalil

Diamku الله Gerakku مُحَمَّد. Wong Lamongan, S1 di Psikologi UGM. I'm free man & traveler all id: abilngaji
This entry was posted in Cerita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.